Selasa, 29 Mei 2012

Antara Fasilitator, Guru dan Sertifikasi Profesi.. (^_*)


Lembah Palu, Medio Mayday 2012

Assalammualaikum War. Wab. 'n Salam Persahabatan.. tuk smua...

Tulisan ini kupersembahkan kepada semua..agen2 perubahan di negeri ini... pelaku2 pendidikan formal maupun informal.. yg berperan besar dalam membangun pemikiran maupun perilaku.. generasi2 pembangunan dimasa lalu..kini dan nanti... (^_^)

ada beberapa peristiwa penting yg mewarnai bulan mei dalam sejarah dunia  maupun bangsa yg besar ini.. 
seperti tanggal 1 mei diperingati sebagai hari buruh...
tanggal 2 mei.. diperingati sebagai hari pendidikan nasional..
tanggal 20 mei.. diperingati sebagai hari kebangkitan nasional...
atwpun "tragedi berdarah mei 1998"..yg meruntuhkan rezim orde baru.. dan melahirkan orde reformasi hingga kini...

supaya tidak melebar.. maka berdasarkan judul tulisan sy diatas..maka yg akan coba sy bahas kali ini.. adalah mengenai dunia pendidikan...khususx nasib para pelaku2x...yang  meliputi profesi Fasilitator.. dan profesi Guru.. jika dikaitkan dengan sertifikasi profesi bagi keduax... (^_*)

kenapa...???

karena.. katax merekalah yang menjadi ujung tombak dilapangan.. dalam mengawal pendidikan formal maupun informal yang ada dimasyarakat kita.. walaupun dengan berbagai sebutan yg berbeda... dan sesuai.. 
ditingkat formal.. mulai SD, SMP sampai SMA..mereka dipanggil "Guru"... ditingkah mahasiswa dipanggil "Dosen"
ditingkat non formal.. dalam model Pendidikan Orang Dewasa (POD) biasa dipanggil "Fasilitator" kadang pula disebut sbg.. "Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)... kadang pula.. instruktur/pelatih.. hingga aktivis  L.S-Eng.. (hehehe...)

nah.. cuman sedihx.. dari zamanx "oemar bakri" hingga kini.. profesi guru..terkadang dipandang sebelah mata... masih menjadi pilihan terakhir bagi cita2 anak2 kita..setelah Dokter, Tukang Insinyur,...Presiden,  Pramugara atwpun Pramugari Sukhoi... (xixixi...) maupun dosen.. (padahal dosen..guru juga ..kaaannn...???)

klo.. Fasilitator atw TPM.. lebih sedih lagi... ditingkatan konsultan..malah dianggap profesi paling rendahan.. sering dijadikan kambing hitam oleh orang2 diatas...jika target project atw program tidak tercapai.. ditingkat masyarakat..malah sering diancam..diintimidasi..dan diusir..karena tidak mau diajak bersepakat dgn "kepentingan".. para pemangku kebijakan dilapangan... (ihiks...)

trus.. bagaimana dengan kesejahteraan mereka... ???

(hehehe... ihiks...) kita akan tertawa sekaligus menangis... melihat keberadaan mereka.. disatu sisi mereka.. para "Guru" disebut "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".. diagung2kan didalam nyanyian anak2 sekolahan... dijadikan puisi.. diberikan kata2 sambutan yg indah diacara2 perpisahan maupun selamatan jika anak2 sekolah berhasil lulus.. begitupan para "Fasilitator"..ketika masyarakat berhasil melaksanakan pembangunan.. ucapan terima kasih pun bertubi2 ke mereka, tetapi...disis lainx.. ironis...dimana2.. kita lihat.. guru2..masih jualan serabutan.. disela2 kesibukan mengajar mereka, atwpun menjadi tukang ojek...saat pulang sekolah, memberikan les tambahan.. sore dan malam.. agar ada tambahan penghasilan...bulanan.. hingga profesi buruh lainnx...pun dilakoni... (ihiks...)

Fasilitator pun..kurang lebih demikian... menjalani "profesi ganda atw double job" terpaksa dilakoni.. agar..teuteup bisa bertahan hidup.. menghidupi keluargax.. karena gaji pas2an... disisi lain.. mencoba menjaga integritas.. saat mengawal uang milyaran buat masyarakat.. agar 'tak bisa dibeli" dengan iming2..fee...dari pihak2 yg menjual kemiskinan.. atas nama masyarakat... jika program tersendat..atw macet..hujatan..cacian dan makian...harus siap disematkan bagi mereka, sudah waktu kerja.. tidak menentu.. karena mengikuti..waktu luang yg ada di masyarakat.. sementara masyarakat mana pusing.. klo persoalan administrasi..harus mengikuti taon anggaran...hingga terkadang keluar pagi..pulangx malam... tapi teuteup dianggap "tidak kerja".. karena tidak kelihatan tetangga...waktu pergi dan pulangx... (wekekek...)

alhamdulillah..
ketika adax "Serifikasi Profesi" bagi Guru oleh Pemerintah dan begitu pula Fasilitator...yg sementara digodok ditingkat pusat..  ada harapan besar.. bagi perbaikan kesejahteraan mereka...

sekarang.. Profesi "Guru"..mulai menjadi idola saat ini.. karena iming2 Tunjangan Sertifikasi yang diterima sebesar gaji mereka yg ada...dan dirapel setiap 3 bulanan..walaupun proses sertifikasi belum semulus harapan berbagai pihak.. masih ada protes..atas siapa2 yg berhak mengikutix... dan keterbatasan anggaran pemerintah.. namun sejauh ini.. titik terang kebangkitan kesejahteraan para guru mulai terlihat... seperti banyak guru2 yg mampu membeli mobil baru, rumah baru... (ehem...) asal..bukan istri baru atau suami baru aja...(wekekek... prikitiuuwww...), insya Allah.. perbaikan kesejahteraan..sebanding dengan perbaikan mutu pendidikan bangsa ini...amien... (^_^)

bagaimana dengan fasilitator..???

walaupun sudah ada badan sertifikasi yang didirikan di pusat, (lihat : http://fasilitator-masyarakat.org/lsp-fpm-resmi-berdiri/#more-1363), dan oleh PNPM Mandiri Perkotaan di tingkat internal mereka berdasarkan banyaknya pelatihan2 yg diikuti, tetapi sampai saat ini.. belum dirasakan geliatx.. bagaimana penerapanx ditingkat bawah.. selain minimnya informasi dari pihak2 diiatas... hingga menimbulakan ketakutan prosesnya nanti tidak transparan.. banyak pula Fasilitator.. bingung... yang mana yang bisa disebut Fasilitator sebenarnya..??? 

apakah Fasilitator yang memiliki kontrak kerja sebagai fasilitator atwkah semua pekerja konsultan diproyek atwpun program2 pemberdayaan yang ada.. mulai dari tingkat lapangan hingga Team Leader bisa disebut Fasilitator pula... karena terkadang ketika bertugas.. saat mengawal masyarakat.. para pelaku ditingkat atas.. mengatakan : kerjakan tugas kalian sesuai tupoksi sbg Fasilitator Teknik. Sosial dan Ekonomi di lapangan...seperti yg tertera di kontrak kerja..yang kalian tanda tangani...!!! 

trus... klo dari penafsiran kontrak kerja saja..mereka terkadang gak mengganggap sbg fasilitator... eee...ketika muncul penilaian sertifikasi profesi.. mereka mengaku2..juga sebagai Fasilitator pula, bah... klo hanya melihat..atas banyakx pelatihan2 yg diikuti..otomatis orang2 yg lama yang sudah menjabat diatas.. otomatis langsung lulus serifikasi dong.. sementara kita..yg dibawah..yg berdarah2... berkeringat dan bermandi air mata..bercampur debu jalanan, akan terus dapat bagian yg paling sedikit lagi.. jika sertifikasi diintegrasikan pada besarnya tunjangan maupun gaji yg ada... (nah lho..???)

woooiiii... Tuan2... gaji anda sudah paling besaaar...diatas sana... !!!
sementara menginjak tanah berdebu.. saja.. kalian... jarang..
eee.. kok pengen.. gajix ditambah..lagi... oleh proses serifikasi...!!! (ihiks...)

klo mau "Fair".. mari turun ke lapangan..
beri.. masyarakat "ruang"...
..tuk.. memberikan Penilaian atas nama Kinerja dan Profesionalisme...
yang kalian dengung2kan.. dan doktrinkan pada kami...!!!
jangan selalu.. main belakang...
dengan alasan "sistemik"... laaaah... kaaannn... (prikitiuuwww...xixixi...)

by the way.. any way.. bus way...
maaf.. tulisan ini bukan untuk berburuk sangka atwpun.. mencari pembenaran...liar.. (mohon maaf jika "ada" yg tak berkenan...ya...) tapi.. moga dijadikan "pertimbangan" bagi para pengambil kebijakan...diatas.. agar saat memutuskan sebuah "sistem" yang menyangkut hak orang banyak..harus komprehensif melakukan uji kompetensix... agar kesejahteraan bukan milik sebagian orang2 dekat...aja dan keadilan atas nama "kerja sama..dan bukan sama-sama kerja"..bisa diwujudkan dalam bingkai "Profesionalisme Profesi"..

All 4 one.. 'n One 4 All... lha..yauuwww.... (^_*)

Moga bermanfaat... 'n Salam re"PALU'tion... YEAAAHHH...!!! (^_^)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar